Transformasi
Hi semuanyaaa.. I can't believe I'm blogging all over again! Setelah bertahun-tahun gue tinggalkan blog ini, akhirnya gue kembali!
Okay.. Soo.. Gue akan membuat perubahan besar untuk blog ini. Setelah gue baca beberapa post gue yang terakhir gue hanya bisa terpana. Terpana menyadari betapa alay-nya gue. Yah, untungnya di masa-masa itu gue bukan satu-satunya orang yang alay. Apparently, memang jamannya yang alay. Karena itu setelah beberapa detik mikir dan mempertimbangkannya, gue putusin untuk nggak menghapus post-post lama gue. Oke, memang itu alay banget. Tapi siapa sih yang mau gue bohongin? Hey, it was me. Nothing to be ashamed of! [Sebenernya sih ini cuman berusaha menghibur diri sendiri :')]
Waktu gue cek, post terakhir gue itu rupanya tahun 2009. Itu berarti.. Astaga... Enam tahun yang lalu. Udah tua ternyata saya...
Jadi, sebelum gue menghidupkan kembali blog gue yang sudah mati suri selama enam tahun ini, gue akan meringkas kehidupan gue selama enam tahun terakhir. Hal pertama yang harus gue kasih tau adalah sekarang (akhirnya) gue sudah jadi Mahasiswi. Tapi ini bukan cerita baru, karena ini udah tahun ketiga gue dalam kehidupan kampus. Mungkin kalian bingung ya kalau baca post yang sebelumnya. Di post yang sebelumnya itu, gue baru aja masuk SMA dan tau-tau sekarang udah tahun ke-3.
Kalau kalian perhatiin dengan cermat, di profil blog ini gue tuliskan kalau gue adalah Mahasiswi Pendidikan Sejarah di UNJ. Nah, gue akan jelasin bagaimana ceritanya gue bisa 'kecemplung' di dunia ini.
Sebenarnya, kata 'kecemplung' itu kurang tepat untuk gue. Karena kata 'kecemplung' mengindikasikan kalau gue masuk ke jurusan ini secara nggak sengaja. Tapi sebenernya nggak begitu. Pada awalnya, dari kecil, gue selalu bercita-cita jadi dokter. Permasalahannya, semakin gue besar, semakin nggak 'mudeng' gue dengan pelajaran IPA. Tahun 2010 itu negara kita masih memakai kurikulum 2006, jadi belum ada istilah peminatan. Yang ada penjurusan. Nah, karena nilai-nilai IPA gue kurang mencukupi, akhirnya gue gagal masuk jurusan IPA dan akhirnya masuk ke jurusan IPS.
Selama beberapa bulan gue belajar di jurusan IPS, gue senang sebenarnya. Pada dasarnya, dari SD gue memang suka pelajaran yang berbau IPS. Tapi, berhubung dari kecil gue sudah mendamba-dambakan jadi dokter, dan tiba-tiba mimpi gue itu pupus, akhirnya gue sempat kehilangan cita-cita selama beberapa bulan. Gue bingung.
Gue bingung, sampai suatu waktu gue diajar sama guru yang enaaak banget menurut gue. Pada intinya gue kagum sama guru itu. Dan setelah gue coba perhatikan guru-guru yang lain, gue sadar, ternyata banyak guru yang baik dan benar di sekolah gue itu. Semakin gue kagum sama guru-guru gue, makin muncul lah keinginan jadi guru. dan begitulah bagaimana ceritanya gue memutuskan untuk jadi guru.
Kenapa sejarah? Nah, ini salah satu pertanyaan yang sebenarnya gue juga kurang tahu pasti jawabannya. Yang gue ingat, selama hidup gue, sejak kecil, gue suka banget baca. Kegemaran membaca ini sayangnya terbatas pada buku fiksi, fantasi, dan komik. Tapi yang pasti, yang gue cari adalah alur ceritanya. Nah, menurut gue, sejarah itu sama kayak cerita. Terdengar simple sih alasannya. Tapi alasan yang simple itu akhirnya membawa gue sampai ke titik ini.
Di tahun pertama gue mempelajari sejarah, gue sadar, "Oh ternyata beda sama sejarah yang selama ini dipelajarin."
Mungkin tepatnya bukan beda ya. Tapi ternyata jangkauannya jauh lebih luas dari yang selama ini gue bayangkan. Sulit? Sangat. Asik? Tak terbantahkan. Tapi beruntungnya gue nggak pernah menyesali pilihan gue, karena gue sangat menikmati apa yang gue pelajari. Waktu gue membaca novel atau komik dan menonton film, (berbagai jenis, dari Hollywood, Korea, Indonesia, Jepang, dan bahkan Bollywood) gue bisa memandangnya dari segi yang berbeda. Bukan hanya sekedar cerita yang bersifat linear, tapi gue juga mencari makna di balik itu.
Nah, untuk itu kita sampai di tujuan gue menulis post hari ini. Kenapa akhirnya gue memutuskan untuk menulis kembali blog ini? Karena mungkin sudah saatnya gue menuangkan apa yang sudah gue lihat, dengar, serta pikirkan selama enam tahun ini, khususnya setelah gue mempelajari sejarah lebih dalam. Gue tahu, dibandingkan post-post gue yang lama, post hari ini terdengar sangat serius. But, I promise you, untuk post selanjutnya nggak akan se-gloomy ini. Well, mungkin akan ada post-post serius lainnya yang cenderung bersifat ilmiah. Tapi gue janji akan menulis tulisan-tulisan yang sifatnya lebih ringan juga, seperti kehidupan sehari-hari, review film, dan juga mungkin review buku.
Soooo, you can brace yourself and wait for the next post! Semoga post-post yang selanjutnya dapat berguna untuk kalian! See you!


Komentar